Dunia Kampus.

berita kampus...kegiatan-kegiatan kampus di bandar lampunng (Lampung Post Edisi),rencana,olahraga,kualitas dan kuantitas,SDM,tujuan,UKM,....Unila, IAIN, UBL, DJ, Poltekes,...download, software, mp3, cerita, kata bijak, ..... cerita, INDI MUSIK LAMPUNG, Bocah Petualang Lampung, ....pengetahuan otodidak, belajar ngeblog, kode HTML ,disain halaman, beckground halaman...(Bocah Petualang di Lampung)







Menikmati Alam di Kampus IAIN

'BROWSING' DI BAWAH POHON. Beberapa mahasiswa IAIN Raden Intan asik mengakses internet, Senin (10-12-2012), di bawah pohon rindang di kampus hijau yang kini menuju ecocampus tersebut.

BANDAR LAMPUNG (Lampung Post): Ada yang berbeda saat memasuki kampus IAIN Raden Intan yang berlokasi di Jalan Endro Suratmi. Kampus yang terletak di pertengahan sawah ini sedang berbenah. Saat memasuki kampus hijau tersebut, sebuh gerbang baru dengan ornamen Lampung dan Islam yang kental menyambut hangat. Gerbang yang baru saja dibangun tersebut baru beberapa hari dioprasikan. Masuk kedalam, sebuah embung yang cukup luas dikelilingi pohon trembesi dan peneduh lainnya bersama suara burung-burung berkicau menyambut merdu. Saat kaki melangkah lebih jauh, ada dua buah air mancur yang menyambut dengan suara gemercik yang mendatangkan rasa releksndan terhibur. "Sebuah harmoni alam yang sempurna," kata Adi (37), warga sukarame, Minggu (9-12-2012), yang tengah berjalan-jalan bersama keluarga di kampus IAIN Raden Intan, Bandar Lampung. Kebetulan di kampus tersebut sedang ada kegiatan jalan sehat, sehingga kampus itu tampak ramai. Meski pun hujan mengguyur, para pejalan kaki yang menikmati akhir pekan di kampus tersebut tidak segera beranjak. Mereka berteduh di perpustakaan yang dilengkapi dengan ornamen etnik Lamung dan Kaligrafi yang indah. Sebagian berteduh di tempat parkir atau di selasat kampus tersebut. Rektor IAIN Raden Intan, Mohammad Mukri, mengatakan pihaknya tengah mewujudkan amanat untuk menjadikan 30% kampus tersebut sebagai ruang terbuka hijau. Nah, kampus inilah yang bisa menjadi salah satu alternatif pilihan untuk berakhir pekan bersama keluarga," ujarnya. M e n u r u t n y a , untuk menghijaukan kampus seluas 46 hektare tersebut, dia tidak bekerja sendiri. Banyak bantuan yang datang seperti bantuan dari Pemkot Bandar Lampung berupa 1.000 batang pohon, 1 ton ikan, dan rencananya dilepas 200 ekor burung. Bantuan juga datang dari pihak lainnya seperti Kementerian Kehutanan, Korem, Hingga Polda Lampung. "Saya ingin melihat mahasiswa belajar dengan nyaman dan aman di kampus ini. Hal itu agar dosen memiliki tempat alternatif mengajar, tidak hanya di dalam ruang kelas, namun juga di halaman atau dibawah pohon rindang sambil browsing internet," kata dia. Kampus IAIN memang saat ini terlihat cantik. Jika dahulu saat masuk kampus ini yang terlihat hanya ila-lang yang tumbuh di rawa-rawa, sekarang rumput hijau menghampar dengan pepohonan mulai tumbuh rimbun di kampus tersebut.(S1)





IAIN Layak Jadi Universitas BANDAR LAMPUNG (Lampungpost):

Institut Agama Negri Lampung (IAIN) Raden Intan Lampung layak menjadi universitas Islam Negri (UIN).Tak hanya dari segi sumberdaya (SDM), fasilitas dan kompetensinya juga sudah memenuhi syarat konversi ke UIN. Demikian di sampaikan oleh direktur Pendidikan Islam kementerian Agama RI Nursyam saat wisuda dan dies natalis ke-44 IAIN Raden Intan Lampung Tauhidi. Menurut Nursyam,kenaikan status IAIN Raden Intan menjadi UIN bukan sebuah keniscayaan, tapi secara keilmuan dan kompetensi terpenuhi. Karena itu ia mengharapkan IAIN segera membuat proposal pengajuan kenaikan status menjadi UIN ke Kementrian Agama. Sementara Rektor IAIN Raden Intan Lampung Muhammad Mukri menjelaskan pihak kampus IAIN sudah siap meningkatkan status menjadi UIN. Dari segi SDM, institusi ini memiliki 256 dosen, 13 diantaranya merupakan guru besar dan 43 doktor.Jumlah ini terus meningkat karena banyak dosen kini sedang proses pendidikan magister dan doktor. "saat ini sebagian besar dosen kami sudah bergelar magister dan sebagian besar pula tengah menempuh program doktoral. Dari tenaga pendidik yang ada hanya tujuh orang yang masih bergelar strata satu dan merekapun saat ini tengah mengikuti studi lanjut.Ini menunjukan sumberdaya kita cukup baik," ujarnya. Selain itu, lanjut dia, jika dilihat dari peminat, IAIN Raden Intan menempati posisi empat se-Indonesia.saat ini jumlah mahasiswa baru S-1 tahun akademik 2012-2013 mencapai 2.120 mahasiswa. Jumlah ini meningkat lebih dari 12% dari tahun 2011 yang berjumlah 1.889 orang dan tahun 2012 1.897 orang. "Secara keseluruhan kami memiliki lebih dari 10 ribu mahasiswa," kata dia.Potensi ini juga didukung sarana-prasarana serta nilai aset yang telah mencapai setengah triliun rupiah. Wisudawan Terbaik Sementara tahun ini IAIN Raden Intan mewisuda 1.041 wisudawan lulusan S-1 maupun S-2.Masing-masing program pascasarjana (S-2) sebanyak 117 lulusan dari sarjana strata satu (S-1) ada 1.284. Adapun lulusan perbaik untuk S-2 diraih oleh Imadi dari Fakultas Tarbiyah dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,53 Sementara untuk program S-1 dari Fakultas Tarbiyah diraih Eriksan dengan IPK 3,88. Fakultas syariah, Helma Maraliza dengan IPK 3,57;Fakultas Ushuluddin, Gesit Yudha Puji Arsono dengan IPK3,57; dan dari Fakultas Dakwah, Ummu Azizah dengan IPK 3,75. (AST/S-2)



Wisudawan Terbaik

Sementara tahun ini IAIN Raden Intan mewisuda 1.041 wisudawan lulusan S-1 maupun S-2.Masing-masing program pascasarjana (S-2) sebanyak 117 lulusan dari sarjana strata satu (S-1) ada 1.284.

Adapun lulusan perbaik untuk S-2 diraih oleh Imadi dari Fakultas Tarbiyah dengan indeks prestasi komulatif (IPK) 3,53 Sementara untuk program S-1 dari Fakultas Tarbiyah diraih Eriksan dengan IPK 3,88.

Fakultas syariah, Helma Maraliza dengan IPK 3,57;Fakultas Ushuluddin, Gesit Yudha Puji Arsono dengan IPK3,57; dan dari Fakultas Dakwah, Ummu Azizah dengan IPK 3,75. (AST/S-2)





RUSUNAWA IAIN

Belajar Lebih Nyaman di Rusunawa NYAMAN,aman, dan edukatif, demikian gambaran rumah susun sederhana sewa mahasiswa (rusunawa) Institut Agama Islam Negri (IAIN) Raden Intan Lampung.Terletak di dalam kampus hijau IAIN menjadi pilihan tempat tinggal bagi mahasiswa kampus hijau tersebut. Menjadi mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung dapat di kategorikan sebagai mahasiswa beruntung. Bagaimana tidak, selain sebagai tempat tinggal, rusunawa atau Ma'had al Jamiah yang terletak di kompleks kampus setempat juga menjadi tempat pendidikan. Mereka wajib tinggal di rusunawa tersebut selama dua tahun pertama. Tujuannya, menanamkan pola dasar pendidikan di IAIN sekaligus menumbuhkan disiplin bagi mahasiswa baru. Imron, pengurus rusunawa yang juga mahasiswa tingkat akhir, menjelaskan ada kegiatan ke-agamaan dan pendidikan yang diadakan setiap hari bagi para penghuninya. Saat ini rusunawa di huni 384 orang, terdiri dari 82 mahasiswa dan 302 mahasiswi. Pendidikan di rusunawa di adakan pada malam hari pukul 18:00-22:00 berupa kuliah tujuh menit (kultum) oleh santri dan tutorial oleh ustaz.Hari baru bagi penghuni rusunawa diawali dengan pembacaan Al-Quran bersama, dilanjudkan dengan intensifikasi bahasa Arab dan Ingris. "Intensifikasi bahasa diberikan pengurus asrama yang merupakan mahasiswa senior," Kata Imron, Jumat (5-10). Intensifikasi diberikan oleh pengurus asrama, baik putra maupun putri. Imron menjelaskan pendidikan intensifikasi bahasa diberikan melalui pendekatan komunikatif secara tematik.Durasi pendidikan subuh ini satu jam. Fatimah, salah satu penghuni rusunawa mengatakan banyak manfaat yang dirasakan dalam kegiatan intensifikasi bahasa."Belajar bahasa di Ma'had al Jamiah terasa lebih riil karena tema yang diangkat berasal dari kehidupan sehari-hari sehingga pembelajaran terasa lebih natural," Kata mahasiswi semester tiga itu.Menurut Fatimah, belajar bahasa Arab lebih sulit daripada bahasa Inggris,karena mulai dari tulisan, cara membaca sampai pada intonasi bahasa jauh berbeda dengan bahasa lainnya.Namun ,ia merasa beruntung mendapatkan intensifikasi bahasa Arab sehingga menunjang mata kuliah yang dipelajarinya di IAIN. "Bahasa Arab merupakan salah satu hal terpenting di kampus ini, maka pendidikan bahasa Arab di rusunawa sangat tepat dan banyak membantu mencerdaskan kami," kata fatimah.Selain intensifikasi bahasa, di rusunawa yang memiliki 104 kamar tersebut ,para mahasiswa juga di ajari cara hidup sehat dengan berolahraga setiap hari sabtu, dilanjutkan dengan kegiatan membersihkan lingkungan sekitar.


FASILITAS 'WI-FI'. Sejumlah mahasiswa IAIN Raden Intan Lampung memanfaatkan fasilitas Wi-Fi yang ada di perpustakaan kampus setempat.Fasilitas yang sudah ada dua tahun lalu itu merupakan bentuk komitmen kampus dalam memudahkan mahasiswa mengakses informasi melalui internet.



IAIN GELAR LOMBA OLAHRAGA DAN SENI


BANDAR LAMPUNG-Sebanyak 1.114 peserta dari 14 kontingen Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) se-Provinsi Lampung mengikuti lomba olahraga dan seni di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung, Rabu (26-12-2012)


Kegiatan ini merupakan event lanjutan peringatan ke-67 Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag di lingkungan Kanwil Kemenag di Provinsi Lampung. Sebelumnya, panitia menggelar acara jalan sehat yang berlangsung pada Minggu (9-12-2012) silam. Tahun ini, IAIN Raden Intan bertindak sebagai tuan rumah.

Ketua pelaksana HAB Habiburahman melaporkan setidaknya ada 1.334 orang yang berpartisipasi dalam kegiatan lomba olahraga dan seni tahun ini. Sebanyak 220 orang bertindak sebagai ofisial dan 1.114 orang sebagai atlet. "Semuanya adalah pegawai negri sipil (PNS) di lingkungan Kanwil Kemenag Lampung ," ujarnya.

Adapun cabang yang dilombakan selama dua hari, yaitu bola voli, futsal, tenis meja, tenis lapangan, catur dan bulutangkis. Ditambah lomba memancing, tari poco-poco, dan solo song lagu pop dan lagu daerah Lampung. "Kegiatan ini lebih kepada ajang silaturahmi, jadi bukan sekedar kompetisi," ujarnya. (MG1/O-3)



PENGETAHUAN yang diperoleh perkuliahan harus diimbangi dengan karakter dan mental hidup yang baik agar pengetahuan yang dimiliki memberikan dampak positif bagi perkembangan zaman. Hal tersebut diungkapkan Ketua Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Mitra Lampung Zamahsyari Sahli saat menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2012-2013. Sudah menjadi tradisi, yang telah melekat sejak awal berdiri, perguruan tinggi Mitra Lampung atau yang kerap disebut UMITRA mengadakan kuliah umum untuk menyambut mahasiswa baru, baik pada jenjang S-1 maupun S-2. Salah satu kuliah umum digelar Umitra untuk menyambut mahasiswa baru angkatan ke-8 mahasiswa Pascasarjana Kesehatan Masyarakat Umitra (22 September 2012) Acara yang diselenggarakan di ballroom Lantai IV Gedung Pascasarjana Umitra itu menghadirkan ketua Zamahsjari Sahil. Di hadapan ratusan mahasiswa baru yang hadir, Dia menegaskan agar mahasiswa tidak melakukan hal-hal yang merusak peradaban. Dia kemudian mengutip perkataan Mahatma Gandi, bapak filsuf dari India. "The roots of violence: wealth without work, pleasure without conscience, knowledge without character, commerce without morality, science without humanity, worship without sacrifice, politics without principles." Di era modern saat ini, dunia kesehatan membutuhkan tenaga kesehatan yang mumpuni untuk membantu masyarakat. Dalam kuliah umum tersebut, Dia menjelaskan kemampuan tenaga kesehatan juga berguna saat dihadapkan pada tanggung jawab mengelola fasilitas kesehatan. Selain itu, tenaga kesehatan yang mumpuni dapat berfungsi meningkatkan kompetensi rekan-rekan sejawatnya melalui sharing informasi dan analisis masalah kesehatan dengan tool of analysis yang diajarkan. Mahasiswa baru di Umitra juga disuguhi berbagai diskusi, seperti kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang mengkaji dan menganalisis buku yang berjudul Terasing di Negri Sendiri.Bedah buku yang diadakan pada awal Agustus lalu untuk menelaah buku yang berisi kritikan atas pengabaian hak-hak konstitusional masyarakat hutan register 45 Mesuji. "Kegiatan ini wajib kami kedepankan, untuk mengasah sisi intelektual mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat," kata pembina kemahasiswaan Umitra Affan Zaldi Erya. Sementara mahasiswa pascasarjana kesehatan masyarakat Ediyanto berpendapat kuliah umum yang diadakan Umitra bagi mahasiswa baru cukup membantu.Orientasi dan adaptasi mahasiswa pada lingkungan pendidikan yang baru didukung oleh pengenalan metode perkuliahan dan seluruh fasilitas pendukung yang ada di kampus.Hal tersebut didapatkannya melalui kuliah umum dan sosialisasi yang diberikan kampus di awal tahun ajaran. Mahasiswa angkatan ke delapan itu memandang pendidikan yang disuguhkan dikampusnya itu berbasis teknologi yang mendukung perkembangan intelektual mahasiswa. (TIM REDAKSI/S-2)






Mahasiswa Muslim Harus Mampu Berbahasa Inggris


(Staida)BANDAR LAMPUNG-Menjadi kampus ternama dan berkualitas adalah impian semua institusi pendidikan tinggi. Tidak terkecuali dengan Sekolah Tinggi Islam Darussalam (Staida) Lampung yang memiliki julukan kampus hijau ini. Berbagai upaya diterapkan agar kehadiran Staida tidak hanya besar secara kuantitas, tetapi lebih kepada kualitas.

Demikian disampaikan Ketua Staida Lampung Jamiluddin Yacub yang telah memimpin kampus ini selama empat tahun. "Berbagai inovasi dan terobosan terus kami adakan agar Staida tidak hanya megah dari jauh, tetapi juaga kualitas lulusan dan sumber daya manusia. Apalagi perguruan tinggi sekarang menjamur di mana-mana," kata dia.

Salah satu inovasi dan terobosan yang diterapak Staida yang sangat dirasakan hasilnya oleh mahasiswa adalah program joint study pengembangan bahasa Inggris dengan perguruan tinggi lain. "Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang harus dikusai oleh semua orang, terutama bagi mahasiswa. Hal itu tidak bisa di tawar-tawar lagi mengingat selain sebagai bahasa komunikasi dunia. Pasalnya, istilah-istilah bahasa Inggris telah pakai hampir disemua disiplin ilmu juga berbagai perangkat teknologi informasi. Sehingga mahasiswa muslim pun harus mampu berbahasa Inggris dengan baik," Kata Jamiluddin.


Kampung Inggris
Program peningkatan kualitas mahasiswa ini diberi nama Join Study in English Village. Tujuan program ini adalah untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Inggris dan untuk menambah kualitas mahasiswa Pendidikan Agama Islam Staida.

Program yang dirilis awal 2011 lalu ini berlangsung selama satu smester.

Dalam aktivitas
sehari-hari mahasiswa
dituntut untuk selalu

BERKOMUNIKASI

dengan bahasa Inggris

Tahun ini program tersebut sudah masuk tahun kedua.


Mahasiswa yang tertarik mengikuti program ini harus mengikuti seleksi yang diadakan kampus.


"Mahasiswa yang tertarik harus diseleksi dan yang lolos kemudian dikirim ke Pare, Kediri,Jawa Timur, atau bisa di sebut Kampung Inggris.Di Pare mereka di wajibkan belajar bahasa Inggris hingga mahir selama satu smester," ujar Jamiluddin.


Salah satu alumnus yang sudah merasakan program ini adalah Novianti (22). Selama di Pare, ia mengikuti pembelajaran seperti layaknya di kampus, tetapi materi belajarnya lebih padat dan porsi bahasa Inggrisnya lebih banyak. Dalam aktivitas sehari-hari pun dituntut untuk selalu berkomunikasi dengan bahasa Inggris.

"Ini pengalaman yang berkesan bagi saya karena dapat belajar banyak hal, termasuk memperoleh banyak teman baru yang berinteraksi dengan budaya baru. Selain itu, program ini juga menjadikan saya mahir bahasa Inggris. Agar semakin manfaat, keahlian ini akan saya tularkan kepada tema-teman di kampus,"ujar perempuan yang bercita-cita menjadi guru profesional ini.

Selain menjalin kerjasama dengan kampus di Pare, untuk meningkatkan profesionalisme lulusan di dunia kerja, Staida juga menjalin kerja sama denganperbankan syariah, Kementrian Agama dan Pengadilan Agama.

Menurut Muyassaroh, salah satu perwakilan Dema yang ikut mengawal proses itu, nota kesepahaman kerja sama (MoU) berbagai kalangan tersebut telah ditandatangani beberapa waktu lalu. Untuk meningkatkan profesionalisme mahasiswa program studi perbankan syariah, Staida telah bekerja sama dengan Bank Mandiri Syariah Metro sejak awal September lalu.

Sedangkan dengan Pengadilan Agama dan Kementrian Agama, penandatanganan nota kerjasamanya telah dilaksanakan pertengahan November 2012. Kerja sama ini agar lulusan Syariah memiliki profesionalisme di bidang keilmuan. (TIM REDAKSI)





Tumbuhkan Kewirausahaan :

Unit Kegiatan Mahasiswa Ekonomi (UKM Himanomi) mengajak anggota berwirausaha. mereka mempraktekkan ilmu yang diperoleh dibangku kuliah untuk menambah penghasilan.




Himpunan Mahasiswa Ekonomi (Himanomi) Umitra merupakan salah satu UKM yang digemari mahasiswa karena memiliki sederet kegiatan menarik dan bermanfaat bagi anggotanya. Bulan lalu Himanomi menggelar seminar kewirausahaan bagi mahasiswa. Kegiatan ini mengundang Leonard Tambunan, pengusaha yang sukses bidang ice cream..

Ketua Himanomi Sayidi menjelaskan UKM tersebut mengedepankan keilmuan dalam menyusun dan menjalankan program kerjanya. Tidak hanya sibuk belajar dan berorganisasi, Sayidi juga memiliki usaha berjualan bandrek.

Sayidi membuka usaha tersebut untuk mengimplementasikan ilmunya, sekaligus menunjukan pada anggota Himanomi lainnya bahwa dirinya mampu menjadi wirausahawan. "Hampir semua anggota Himanomi kini memiliki usaha, seperti nasi goreng dan donat," kata Sayidi.


Mahasiswa semester III Jurusan Manajemen itu mengaku termotivasi berjualan untuk menambah uang saku, sekaligus meringankan beban orang tuanya. Himanomi telah mengadakan bazar makanan di kampusnya beberapa kali.

"Mahasiswa dan para dosen memberikan acungan jempol dengan kegiatan yang dilaksanakan Himanomi tersebut," Kata dia. Nantinya, Kata Sayidi, Himanomi akan membuka outlet kewirausahaan yang menjual makanan, jasa foto copy, dan counter pengisian pulsa.

Bidang usaha kuliner dipilih karena merupakan kebutuhan utama. Jasa foto copy juga akan dibuka karena jasa yang satu ini paling banyak dimanfaatkan para mahasiswa untuk menunjang perkuliahannya.

"Kalau konter pengisian pulsa, ya tentusaja kami pilih karena semua mahasiswa, dosen dan karyawan di Umitra pasti memakai telepon genggam dan memerlukan pulsa untuk berkomunikasi," ujar dia.


Anggota himanomi lainnya, Ermawati, juga menuturkan hal serupa. Bergabung di Himanomi selama beberapa tahun terakhir menginspirasi dirinya menjadi pengusaha sukses. Kini mahasiswa semester VII itu memiliki usaha budidaya lele dan ikan emas di rumahnya.

"Beberapa bulan lalu saya mendapat bantuan dari koperasi untuk mengembangkan usaha lele dan ikan emas," kata dia.


MESKIPUN pemerintah sudah meluncurkan berbagai program jaminan kesehatan, ada saja warga miskin yang tidak terlayani.Melihat hal itu, Politeknik Kesehatan (Poltekes) Tanjungkarang menyiapkan rumah sakit (RS) nonkelas bagi warga miskin yang tidak tertampung di rumah sakit yang ada.


Ermawati mendapatkan bantuan modal Rp.5 juta dari kopertis untuk mengembangkan usahanya tersebut. Ia tertarik membuka pembudidayaan ikan lele karena menyadari ketersediaan lahan yang luas, yang bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan. Selain itu, masyarakat sekitarnya gemar mengkonsumsi lele.

Di Himanomi, kata dia, setiap anggotanya diajari cara memilih bidang usaha dengan memperhitungkan kondisi geografis dan masyarakt. " Saya me-manage keuangan untuk menstabilkan usaha. Dengan ilmu yang saya terima dan dukungan anggota Himanomi, semoga bisa membantu saya menjadi pengusaha yang sukses."

Kepala Program Studi Manajemen Yulistina mengatakan sudah saatnya mahasiswa melakukan praktek langsung di lapangan, sehingga pembelajaran yang diberikan tidak hanya sekedar teori atau retorika.

Misalnya, mata kuliah pemasaran yang baru saja diajarkan bisa langsung diaplikasikan mahasiswa melalui bazar makanan yang baru dilaksanakan "Mahasiswa bisa melihat secara langsung respon pasar saat memasarkan produk dan jasa yang ditawarkan," kata Yulistina. (MG4/S-2)






FSPI SIAPKAN GENERASI MULIA (UNILA)
KEMAJUAN suatu bangsa tidak terlepas dari dukungan dan peran mahasiswa. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu disiapkan dan ditempa untuk meneruskan agenda-agenda pembangunan negeri ini.


Oleh sebab itu, selayaknya mahasiswa dibekali dengan berbagai kemampuan, diantaranya peningkatan intelektualitas, spiritual maupun ke-tangguhan jasmani.

Hal itu agar nantinya terbentuk generasi muda bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektualitas, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia serta ketangguhan fisik yang luar biasa.

Lembaga kemahasiswaan dalam struktur pendidikan tinggi merupakan media bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan diri dan menempa potensi yang ada Regenerasi yang dilakukan dalam rangka mempertajamkan eksistensi tidak hanya berbasis pada perekrutan, tetapi kader yang baru dan sudah selayaknya mendapatkan kapasitas mereka.

Setiap kader seharusnya dibekali dengan berbagai pengetahuan, pendidikan, dan pelatihan-pelatihan agar terpupuk jiwa dan semangat membangun dan mendukung Indonesia ke arah lebih baik.

Realita hari ini, lembaga dakwah kampus (LDK) dituntut meningkatkan kapasitas setiap individu di dalamnya, terutama kader-kader baru yang nantinya menjadi motor penggerak ke-organisasian dan individu penerus perwujudan visi-misi organisasi.


Forum studi pengembangan ISLAM (FSPI) FISIP Unila sebagai sebuah lembaga dakwah kampus berbasis kader pun berusaha membentuk kader-kader yang berkualitas.

FSPI meramu formula yang untuk dapat melahirkan generasi-generasi muda yang berakhlak dan berintelektual mumpuni sehingga tantangan sebesar apa pun di hari esok akan mudah dihadapi dengan bekal kemampuan spiritual dari yang tinggi, yang turut di-padu dengan kemampuan emosi diri yang terkendali juga daya intelektual yang kreatif dan solutif.

Becermin dari hal-hal tersebut, FSPI FISIP Unila mengadakan berbagai macam acara berupa pelatihan SDP (Self Development Programme), Pelatihan Desain Grafis, Malam Bina Iman dan Takwa, FSPI Back To Nature, Kajian Rutin Islam (Karis), Muslimah Creativity.

Tujuannya agar lulusan dari rangkaian kegiatan ini bukan hanya dilihat dari semangat yang meluarbiasakan diri, melainkan juga perlu adanya keseimbangan untuk memiliki kondisi fikriah, ruhiah, yang stabil, berjiwa kreatif, serta sosial.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, nantinya akan bertebaran pribadi-pribadi unggul yang kompetitif yang mampu merangkul pribadi lain yang masih berkubang dalam lumpur ketidakjelasan.Semoga (TIM REDAKSI/S-2)






JAMBORE KESEHATAN Mahasiswa poltekes Tanjungkarang memberikan pelayanan kesehatan Saat mengikuti Jambore Nasional I Poltekes Kementerian Kesehatan di Coban Rondo, Malang, Jawa Timur, 11-13 Oktober lalu. Dengan Kompetensi yang di miliki Poltekes Tanjungkarang berencana membuat rumah sakit non kelas bagi warga miskin.


Poltekes Siapkan RS Si MiskinMESKIPUN pemerintah sudah meluncurkan berbagai program jaminan kesehatan, ada saja warga miskin yang tidak terlayani.Melihat hal itu, Politeknik Kesehatan (Poltekes) Tanjungkarang menyiapkan rumah sakit (RS) nonkelas bagi warga miskin yang tidak tertampung di rumah sakit yang ada.

Direktur poltekes Tanjungkarang Sri Indra Trigunarso mengatakan pihaknya sedang menyiapkan rumah sakit nonkelas di kompleks Poltekes Tanjungkarang, di Jalan Soekarno-Hatta, Bandar Lampung.
"kami bangun di atas tanah seluas 1.300 meter persegi, dua lantai," Kata Sri Indra saat di temui di sela-sela penutupan pertemuan review renstra (rencana strategis) bisnis poltekes di Hotel Grand Anugrah, Jumat (19-10)
Menurutnya, pembuatan rumah sakit nonkelas ini masih sebatas rencana, sebab untuk mewujudkannya masih diperlukan jalan yang panjang."Saat ini baru ada UU untuk pendidikan Tinggi yang mengakomodasi mengenai hal itu. Kita masih menunggu aturan turunannya seperti peraturan pemerintah," kata dia.
Jadi, sebelum bisa dimanfaatkan sebagai rumah sakit nonkelas, ruang tersebut akan dimanfaatkan sebagai ruang perkuliahan Jurusan Kebidanan dan Keperawatan."Paling cepat rumah sakit ini baru bisa beroperasi tahun 2014," kata Indra.
Dia mengatakan kini sudah memiliki lima dokter umum yang siap membantu melayani pasien di rumah sakit yang sedang di bangun tersebut. " Kalau tenaga perawat,bidan dan laboran, kami punya banyak. "kata dia.
Selain itu sarana pendukung lainnya seperti laboratorium juga siap dioperasikan setiap saat. Menurutnya selain membenahi infrastruktur Poltekes, pihaknya juga sedang berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini dosen di kampus tersebut. Caranya dengan mengirimkan para dosen melanjutkan pendidikan baik S-2 maupun S-3.
Dari 164 dosen yang ada saat ini, sudah 90% yang lulus S-2, bahkan saat ini ada lima dosen yang sedang menyelesaikan pendidikan S-3 di berbagi perguruan tinggi di dalam negeri.Sementara jumlah mahasiswa poltekes yang tercatat saat ini sebanyak 2.500 orang.

Magister Terapan
Selain menyiapkan rumah sakit nonkelas, Poltekes Tanjungkarang juga sedang menyiapkan program magister terapan, yakni program magister para bidan, perawat, dan tenaga profesi lainnya yang terkait dengan bidang kesehatan. "Kami sedang menyiapkan proposalnya dan segera kami ajukan kepada pihak Kementerian Kesehatan," kata dia.
Pihaknya berharap pada 2013 atau paling lambat 2014 program magister terapan sudah bisa di buka dan menerima mahasiswa baru. (UNI/S-1)





Tembus 'Top Ten University' Melalui Penelitian

UNIVERSITAS Lampung (Unila) memiliki visi menjadi perguruan tinggi 10 terbaik di Indonesia pada 2025. Melalui bidang penelitian dan pengembangan, visi Unila tersebut hanya membutuhkan satu langkah lagi.



Pembantu Rektor I Bidang Akademi Unila Hasriadi Mat Akin menuturkan dari sisi karya ilmiah, Unila menduduki 11 besar di Indonesia, dan posisi 20 besar nasional pada unsur hak paten. Nilai terbesar yang diperoleh Unila berasal dari unsur publikasi ilmiah.

Hasil penelitian yang dipublikasikan menempatkan Unila pada peringkat ke-7 nasional dari 10 perguruan tinggi di Indonesia.

"Selama lima tahun terakhir, Unila telah menghasilkan 1.243 penelitian. Setiap tahun dosen Unila mampu menghasilkan minimal 200 penelitian yang dipublikasikan secara nasional dan internasional pada jurnal-jurnal terakreditasi dan selalu mengalami peningkatan, "ujarnya.

Ketua Lembaga Penelitian Universitas Lampung (Unila) Admi Syarief optimistis Unila akan mempertahankan gelar publikasi karya ilmiah dosen di level nasional ini. "Insya Allah kami bisa mempertahankan prestasi untuk publikasi penelitian para dosen. Bahkan kami berharap meraih prestasi lebih tinggi lagi, " kata Admi.

Dalam penilaian tersebut, Unila meraih prestasi sebagai perguruan tinggi yang menempati peringkat kesebelas untuk publikasi ilmiah para dosen. Prestasi membanggakan juga diraih Unila dengan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di luar pulau jawa yang mampu menempatkan diri di 20 besar terbaik.


"Jika melihat kinerja kami dalam dua tahun terakhir ini, secara logika kami bisa mempertahankan capaian dua tahun lalu. Namun, untuk menembus sepuluh besar yang seluruhnya didominasi perguruan tinggi besar di pulau Jawa, kami belum bisa memastikan," kata Admi.

Admi meyakini perguruan tinggi yang peringkat-nya di bawah Unila kala itu pun sulit untuk mengejar, lantaran perolehan nilai dalam dua tahun silam memang terpaut cukup jauh, Demikian pula perolehan angka antara peringkat ke-10 juga memiliki jarak cukup lebar.

"Menembus 10 nasional yang selama ini yang dikuasai sepuluh perguruan tinggi besar di Pulau Jawa memang sangat sulit, tapi bukan perkara mustahil. Jika produktivitas dan kualitas penelitian para dosen meningkat, peluang untuk kami masih ada," kata Admi.

Dia menambahkan, "dosen Unila cukup produktif dan kompetitif memperoleh hibah penelitian. Hal itu dapat dinilai dengan melihat pencapaian para dosen Unila, baik pada penelitian hibah Dikti yang saat ini didesentralisasikan,maupun program lain seperti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)."

Prestasi dosen Unila dalam memperebutkan dana hibah juga cukup baik. Saat ini saja, dua dosen Unila, yakni Sutopo Ghani Nugroho dan Dwi Haryono, berhasil memperoleh hibah strategis nasional yang mencapai Rp1 miliar/tahun untuk penelitian yang mereka lakukan. Diperkirakan dana penelitian Unila 2012 ini bisa mencapai Rp5 miliar.

Meskipun demikian, selain peningkatan produktivitas dan kualitas, yang paling penting adalah terjaganya moralitas dan kode etik akademik para peneliti. Jangan sampai para dosen dalam upayanya memperoleh dana hibah mengupayakan segala cara, misalnya melakukan upaya plagiaris. (MG1/S-2)







KOMPETISI BASKET KOMPETISI BASKET. Untuk mewadahi bakat mahasiswa di bidang olahraga, IBI Darmajaya membentuk berbagai unit kegiatan mahasiswa (UKM) olahraga dan menyelenggarakan berbagai kompetisi olahraga, salah satunya kompetisi basket yang sedang berlangsung hingga Jumat (17-11-2012).Tidak hanya pokus pada perkuliahan, mahasiswa juga dituntut memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masalah yang terjadi di sekitarnya.

Menggugah kepedulian mahasisiwa tersebut, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), Himpunan Mahasiswa (HIMA), dan 30 organisasi kemahasiswaan (orkem) IBI Darmajaya menggelar aksi sosial selama tiga hari,Rabu (31-10) hingga Jumat (2-11). Kegiatan spontan tersebut merupakan bentuk keprihatinan, simpati, dan bentuk responsif mahasiswa terhadap konflik massa yang terjadi di Lampung Selatan hingga menelan korban jiwa.

Presiden BEM IBI Darmajaya Firman mengatakan pihaknya turut prihatin atas peristiwa yang menimpa lampung selatan. Untuk itu, segenap sivitas akademika IBI Darmajaya terdorong membantu para pengungsi.

Aksi sosial tersebut berupa penggalangan dana, membuka pos bantuan di pelataran Gedung F IBI Darmajaya, pengumpulan tanda tangan pimpinan IBI Darmajaya, dan seluruh mahasiswa di banner perdamaian. "Sebagai bentuk simpati dan empati kami terhadap korban konflik massa tersebut, 31 Oktober sampaidengan 2 November 2012 kami menggalang dana dari kalangan mahasiswa, dosen, staf, dan karyawan IBI Darmajaya,"kata Firman.


Mereka juga membuka pos bantuan yang terbuka bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, baik materil maupun nonmateril, seperti pakaian layak pakai, makanan instan dan lainnya. Mahasiswa menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana tersebut kepada para pengungsi.

Rektor IBI Darmajaya Andi Desfiandi mengatakan pihaknya sangat mendukung aksi sosial yang dilakukan para mahasiswa. "Seluruh warga kampus merasa prihatin terhadap peristiwa yang menimpa saudara-saudara kami di Desa Agom, Kecamatan Kalianda,dan Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji,Kabupaten Lampung Selatan,"ujar Andi.

Tidak sampai di situ, sivitas akademika menyatakan kebulatan tekat dalam bentuk Deklarasi Persaudaraan Cinta Perdamaian dan Tanah Air." kami menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk serius dalam mencegah dan menyelesaikan segala bentuk kekerasan dan konflik melalui pendekatan keadilan, pendidikan dan kesejahteraan,"kata Firman.


Dengan tetap memperhatikan kearifan lokal, Ia yakin warga Lampung mampu menghentikan konflik horizontal yang telah terjadi selama ini. "Kami berkomitmen untuk terlibat aktif menjadi pelopor dan duta perdamaian, untuk mewujudkan Indonesia yang damai, berkeadilan, sejahtera dan bermartabat,"ujar Dia.
Hal senada dilontarkan Ardhani Kusuma Nandha, ketua pelaksana Darmajaya Cup IX tahun 2012.Ardhani berpendapat kesatuan dan persatuan lebih penting daripada konflik dan perpecahan.
Salah satu cara menjalin kesatuan dan persatuan adalah dengan berolahraga dan membuktikan prestasi melalui perlombaan.Beberapa waktu yang lalu, Ardhani serta timnya telah berhasil menyelenggarakan lomba taekwondo untuk kategori prajunior,junior,dan senior.kegiatan tersebut di ikuti 110 peserta dari berbagai klub atau dojang se-Lampung.
Mengusung tema Tumbuh kembang sportivitas yangtinggi untuk menciptakan perstasi gemilang, kegiatan tersebut berhasil menjaring bibit-bibit potensial dalam bidang taekwondo, yang bisa menjadi aset atlet taekwondo Lampung."Taekwondo bisa melatih tingkah kedisiplinan, bisa menambah rasa percayadiri," Ujar Dia.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang olahraga (BO) Taekwondo melaksanakan latihan setiap Senin,Rabu dan Sabtu pada pukul 16:00 secara rutin. (MG4/S-)




UBL Sosialisasikan Bidik Misi BANDAR LAMPUNG (Lampungpost) : Universitas Bandar Lampung (UBL) menyelenggarakan gerakan sosialisasi Bidik Misi 2012 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, Rabu (12-12-2012)


Kegiatan ini dihadiri 36 mahasiswa Bidik Misi yang berasal dari dua program studi (prodi) UBL, diantaranya fakultas ekonomi prodi ekonomi manajemen dan fakultas teknik prodi teknik sipil.

wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Thontowie mengatakan dalam sosialisasi ini, Pemerintahan, melalui Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan Nasional pada 2012, meluncurkan program bantuan biaya pendidikan Bidik Misi.

Bantuan yang diberikan berupa biaya penyelenggaraan pendidikan dan biaya hidup kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai, tapi kurang mampu secara ekonomi. Perguruan Tinggi yang mendapatkan bantuan Bidik Misi yaitu Perguruan Tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama.

"UBL menerima sebanyak 36 Bidik Misi dari Dikti untuk 2012. Beasiswa ini khusus diberikan kepada mahasiswa UBL semester 1 yang memenuhi syarat yang di tentukan Ditjen Dikti," kata Thontowie. Tujuan pemberian beasiswa untuk membantu Biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa kurang mampu, sehingga dapat menyelesaikan studinya tanpa terkendala biaya.

Mahasiswa penerima biaya ini merupakan bagian dari harapan keluarga pada masa depan. Diharapkan mereka dapat menjadi pionir masa depan keluarga, dan pendidikan yang mereka tempuh menjadi sarana mobilitas menuju perbaikan ekonomi keluarga.

Kepala Biro Pembinaan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (BPKHA) Yulfriwini menambahkan Bidik Misi ini harus digunakan untuk biaya pendidikan yang meliputi biaya semester dan biaya penunjang pendidikan, seperti buku, laptop dan lain-lain. (RLS/S-2)





FIK UBL Berbagi Sistem Keamanan dalam ASF

BANDAR LAMPUNG (Lampung post): Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menyelenggarakan Academic Sharing Forum (ASF), Rabu (19-12-2012). Tujuannya, sebagai sarana untuk bertukar informasi dan pengetahuan, baik pada bidang akademik maupun praktis, bagi seluruh sivitas akademika UBL, khususnya pada bidang information technology (IT).

Dekan FIK UBL Andala Rama Putra Barusman menuturkan Academic Sharing Forum inni merupakan kegiatan rutin FIK UBL yang akan diselenggarakan setiap bulan. Ini diharapkan dapat memberikan pemahaman, khususnya mengenai implementasi teori-teori yang disampaikan saat perkuliahan berlangsung, pada dunia kerja bagi seluruh sivitas akademika UBL.

"Kegiatan ini penting bagi mahasiswa, mengingat perkembangan dunia IT yang pesat dan cepat," kata dia.

Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memperoleh teori-teori yang bersifat akademik pada saat perkuliahan berlangsung. Mereka juga dapat memperoleh informasi pembelajaran dari praktisi yang berpengalaman di dunia kerja.

"Untuk itu, pada setiap kegiatan ASF kami mengundang narasumber-narasumber yang kompeten, khususnya pada bidang IT," ujar dekan FIK UBL itu.

Hal senada diungkapkan Ketua Pusat Studi Teknologi dan Informasi (PSTI) UBL Agus Sukoco. Menurut dia, ASF yang di selenggarakan melalui kerjasama antara PSTI dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIK UBL ini, mengajak sivitas akademika UBL, baik dosen maupun mahasiswa, baerbagi informasi terkait wawasan seputar IT dengan pembahasan yang memang menjadi kebutuhan bagi masyarakat saat ini.

"PSTIUBL merupakan salah satu pusat studi di bawah naungan FIK UBL yang dapat dimanfaatkan dosen maupun mahasiswa untuk membantu mengembangkan penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya pada bidang IT," kata dia.

Sebelumnya, pada November lalu, pihaknya menyelenggarakan ASF mengenai homespot. (RLS/S-2)




Peluang Kerja di Kemenlu Terbuka

BANDAR LAMPUNG (Lampungpost): Kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk bekerja di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terbuka lebar. Proses rekrutmen pegawai sangat objektif dan transparan, terbukti kemenlu telah meraih ISO 9001:2008.
Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kemenlu Hazairin Pohan menjelaskan Kemenlu merupakan satu-satunya departemen yang mendapatkan ISO pada seleksi 2008.

"Kami menjamin, sistem rekrutmen pegawai sangat transparan," kata mantan Duta Besar Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Polandia ini, saat memberikan kuliah umum bertajuk Peran Diplomat dalam Era Globalisasi di Teknikrat, (19-12-2012).

Selain Hazairin juga menghadirkan pembicara Direktur Diplomasi Publik Kemenlu Pribadi Sutiono, Kabag Perencanaan dan Evaluasi Nana Yuliana, dan Asisten Ahli Kemenlu Indah Nuria Savitri.

Ia menilai Teknokrat memiliki peluang besar untuk mengisi formasi di Kemenlu. Mengingat perguruan tinggi ini Memiliki Jurusan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA), juga Sistem Informatika di Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK).

Kedua bidang ini sangat dibutuhkan untuk menjadi tenaga-tenaga inti, bahkan diplomat dan pengolahan data informasi. "Untuk TOEFL hanya 550. Karena itu, silakan bergabung dengan Kemenlu." Dalam kuliah umum yang dihadiri 300 mahasiswa dan dimoderatori oleh Dosen STBA Teknokrat Samanik ini berlangsung sangat aktif.

Mahasiswa antusias menanyakan berbagai masalah, seperti sengketa pulau, hingga tenaga kerja Indonesia.

Sementara ketua yayasan Teknokrat Mahathir Muhammad mengatakan Teknokrat siap mengisi peluang kerja di kemenlu. Saat inni pihaknya terus meningkatkan kompetensi sehingga lulusannya bisa bersaing secara global. (AST/S-2)




UNILA BUKA JALUR SISWA MISKIN BANDAR LAMPUNG (Lampungpost) : Universitas Lampung (Unila) akan membuka jalur masuk siswa miskin melalui program penerimaan mahasiswa perluasan akses pendidikan (PMPAP) 2013.



Pembantu Rektor I Bidang akademik Unila Hasriadi Mat Akin mengatakan perubahan pola penerimaan mahasiswa baru 2013 mendatang mengakibatkan berbagai perguruan tinggi mengubah pola penerimaan mahasiswa baru.

"Jalur siswa miskin, kami pastikan akan tetap ada. Hanya saja belum bisa kami pastikan persentasinya berapa. Tahun lalu kami menerima sekitar 385 orang atau 10% dari total penerimaan. Tahun depan, mudah-mudahan bertahan atau mungkin bertambah. Artinya jangan sampai berkurang, ujaarnya, Rabu (12-12-2012)

Hasriadi memaparkan tahun ini kuota penerimaan mahasiswa baru secara Nasional berubah sangat drastis"kuota penerimaan antara jalur nasional dan jalur mandiri bergeser jauh. Semula minimal 60% untuk jalur nasional dan maksimal 40% jalur mandiri. Kedepan jalur nasional 80% dan jalur mandiri 20%," kata dia.

Dengan hanya memiliki kuota maksimal 20% untuk jalur mandiri, paling tidak Unila harus menyisihkan 10%-nya untuk penerimaan mahasiswa tidak mampu. "Hal ini masih akan dirapatkan lagi oleh pimpinan Universitas. Tapi paling tidak keberlangsungan jalur bagi siswa miskin ini dapat dipastikan tetap ada," ujarnya.

Kuota 80% jalur nasional ini, kata dia,dibagi lagi menjadi dua. Yakni melalui jalur seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PNMPTN) tanpa tes tulisan dan gratis, serta jalur Penerimaan Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PBMPTN) dengan tes tuliasan dan tetap dikenakan biaya pendaftaran seperti halnya SNMPTN tulis sebelumnya (MG1/S-1)



REKTOR BELUM SOSIALISASI SNMPTN (Unila)


BANDAR LAMPUNG (Lampungpost): Universitas Lampung (Unila) belum menyosialisasikan penyelenggaraan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2013 jalur undangan ke SMA sederajat.

Padahal, Panitia SNMPTN Pusat sudah mengintruksikan agar rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyosialisasikan SNMPTN tersebut mulai (17-12-2012).
Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unila Hasriadi Mat Akin mengatakan pihaknya baru akan menyosialisasikan SNMPTN 2013 pada 20 Desember mendatang. "Kami juga baru tahu informasinya dari pusat beberapa waktu ini. Jadi kami akan menyosialisasikan pada pertengahan pekan ini melalui organisasi Musyawarah Kerja Sekolah (MKKS) SMA/MA/SMK," Ujarnya saat dihubungi Lampung Post kemarin sore (17-12-2012).

Ia menuturkan sosialisasi SNMPTN akan dilakukan secara bertahap. Untuk selanjutnya di tingkat Kabupaten/Kota sosialisasi akan dilakukan pihak MKKS. "Tapi tim Unila siap turun ke daerah jika ada yang membutuhkan," kata Hasriadi.

Hasriadi menjelaskan sosialisasi SNMPTN 2013 sudah bisa diakses melalui website resmi panitia pusat. Informasi ini juga bisa di peroleh di halaman resmi Unila.ac.id. Selain itu, panitia akan menyebarkan brousur resmi kesekolah-sekolah."Tim Unila juga menyediakan nomor resmi yang bisa dihubungi jika sekolah menemui kendala."

Adapun salah satu poin sosialisasi tersebut adalah kepala sekolah diminta mengisi data rapor siswa melalui pangkalan data siswa sekolah (PDSS) mulai Senin (17-12) untuk bahan seleksi masuk SNMPTN 2013.

Sementara sejumlah kepala sekolah di Bandar Lampung mengaku belum mengetahui pengisian rapor siswa di PDSS. Kepala SMA 3 Bandar Lampung Rospardewi mengatakan hingga kemarin belum ada undangan dari forum rektor untuk mengikuti sosialisasi terkait perubahan pola SNMPTN.

"Sampai saat ini kami belum dapat undangan dari forum rektor untuk sosialisasi SNMPTN 2013. Saya justru membaca dari koran mengenai perubahan pola SNMPTN tahun 2013," kata dia saat dihubungi, Senin (17-12-2012).

Hal senada diungkapkan kepala SMAN 7 Bandar Lampung Suharto. Menurutnya, sampai kini belum ada pemberitahuan resmi dari forum rektor terkait perubahan pola SNMPTN 2013. "Kami masih menunggu sosialisasi dari forum rektor. Namun, kami juga tetap berupaya mencari tahu via Internet," ujarnya.

Anggota forum rektor dari Lampung yang juga Rektor IAIN Raden Intan,Mohammad Mukri, mengatakan hingga kemarin forum rektor Lampung belum mengadakan pertemuan terkait perubahan pola SNMPTN 2013.

"Hal ini mendesak, jadi kami secepatnya akan berkumpul untuk membahas masalah ini. Apalagi terkait nasib siswa SMA/SMK/MA di seluruh Lampung," kata dia.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim meminta orang tua siswa SMA tidak perlu khawatir terkait pengisian rapor siswa di PDSS menyusul dimulainya proses jalur undangan masuk PTN. (UNI/MG1/S-1)


17 Mei 2013

Dunia Kampus: Dunia Kampus


Pengertian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar